Kesalahan
terbesarku yaitu saat aku bertindak tanpa berfikir, terluka dan menyesal tetapi
tetap pada gengsiku..
Jawaban
terakhir yang terdengar dari sepengal curhatan itu ya “selamat menikmati segala
sesalmu dan selamat mempertahankan segala gengsimu..”
aku
paham itu memang pantas dan sudah seharusnya kudengar tetapi kali ini bukan
jawaban itu yang ingin ku dengar. Tak bisakah serangkai kalimat lain yang lebih
menenangkan bukan menjatuhkan. Bahkan jika harus menerima, hanya bungkammu yang kubutuhkan ;’’)